Sabtu, 16 Oktober 2010

IMAJINASI DAN INTUISI DALAM KEWIRAUSAHAAN

Hakikat Imajinasi dan Intuisi
a. Imajinasi
Imajinasi adalah gambar angan, daya membayangkan atau khayalan. Imajinasi secara umum, adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Sedangkan menurut Suyanto, imajinasi adalah daya khayal atau khayalan atau fantasi.
Menurut kamus, imajinasi berarti kecerdasan konstruktif yang mampu mewujudkan kumpulan berbagai pengetahuan atau gagasan menjadi sebuah hal baru, murni, dan rasional; sebuah kecerdasan konstruktif meliputi puisi, seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan.
Secara teknis istilah ini dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian. Sejak penggunaan istilah ini bertentangan dengan yang dipunyai bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai "menggambarkan" atau "gambaran" atau sebagai suatu reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi "produktif" atau "konstruktif".
Gambaran citra dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh “mata pikiran". Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia ialah bahwa hal itu memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh karena itu meningkatkan fitnes) perseorangan oleh penggunaan simulasi jiwa.
Menurut Al-Farabi, daya imajinasi (Al Quwwah Al Mutakhayyilah) adalah kemampuan kreatif untuk menyusun atau menggabungkan cita-cita baru dengan cita-cita lain yag tersimpan dalam daya representasi (al Quwwah al Mushawirah) melalui proses kombinasi maupun pemilahan.
Imajinasi yang kita kembangkan merupakan pemicu yang mendorong untuk bergerak melakukan sesuatu. Kita akan punya kekuatan untuk mencapai imajinasi. Walau tidak langsung dapat meraihnya, tetapi melalui usaha yang bertahap suatu saat imajinasi, mimpi, dan fantasi akan menjadi kenyataan. Imajinasi itu adalah pikiran, yang melahirkan energi, yang menggerakkan tangan, jari, kaki, mata, dan anggota tubuh lainnya.
Tandanya energi itu mulai bekerja ialah ketika kita akan menyusun langkah dan rencana untuk mencapai fantasi. Kemudian bergeraklah seluruh tubuh ini mengerjakan rencana-rencana itu.
Jika kita bisa menggabungkan imajinasi, harapan, rencana, peluang, dan kerja keras, imajinasi akan berubah menjadi sukses yang paling indah dalam hidup.
Menurut Gary Hammel dan C. K Prahalad, imajinasi merupakan sumber energi yang menggerakkan sebuah kekuatan organisasi. Dalam literature manajemen imajinasi disebut sebagai visi.
Para ahli ilmu jiwa mengemukakan banyak macam imajinasi. Lamunan dan mimpi adalah salah satu bentuk imajinasi pasif. Imajinasi reproduksi ialah berupa kemampuan membentuk kembali pengalaman masa lalu. Bentuk imajinasi dalam bidang sains dikatakan sebagai produktif atau imajinasi yang kreatif. Orang macam ini ingin mengobservasi, ingin memiliki benda itu. Hasil dari imajinasi kreatif adalah penemuan baru. Penemuan baru ini bisa berbentuk benda, konsep, idea atau model.
Imajinasi seseorang adalah batasan dunianya nyata orang tersebut. Imajinasi tidak mengenal batas, dan apapun yang ditangkap oleh pikiran dan diyakini, akan dapat terwujud menjadi realitas. Imajinasi kreatif membantu seseorang untuk mengeksplorasi piliha-pilihan atau opsi yang berbeda dan melihat banyak sekali scenario dan peluang hasilnya.
Dalam ajaran Islam, dijelaskan bahwa Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengikuti apa yang seseorang pikirkan. Ketika seseorang berimajinasi atau berpikir positif maka itu yang akan ia dapat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:
قال الله عز و جل أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه حيث يذكرني
“Allah swt. Berfirman: “Aku menurut persangkaan hamba-Ku dan Aku besertanya di mana saja dia menyebut (mengingat) Aku.”
Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi” Pada prinsipnya, pikiran kita adalah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan. Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.

b. Intuisi

Intuisi ialah pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai suatu peristiwa atau kebenaran, tanpa perurutan pikiran, seperti ilham. Ilham adalah penyampaian suatu makna, pikiran atau hakikat di dalam jiwa atau hati secara melimpah. Maksudnya Allah SWT menciptakan padanya ilmu dharuri yang ia tidak dapat menolaknya, yaitu bukan dengan cara dipelajari akan tetapi dilimpahkan ke dalam jiwanya bukan karena kemauannya.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an QS. Asy-Syams: 7-8:
       
“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya, lalu IA meng-ILHAM-kan kepadanya jalan keburukan dan ketaqwaannya.”
Seorang mu’min (manusia yang mukallaf) akan diberikan ilham sesuai taraf keimanannya kepada Allah SWT, seperti disebutkan dalam ayat:
                        
“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil), dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, Karena Sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS Al-Qashshash, 28/7)
Intuisi adalah bentuk perkiraan yang samar-samar, sering setengah disadari, tanpa diiringi proses berpikir yang cermat sebelumnya, namun kemudian dapat menuntun pada satu keyakinan, yaitu secara tiba-tiba dan pasti memunculkan satu keyakinan yang tepat.
Intuition atau intuisi dalam kamus diartikan sebagai ”suara hati; pengetahuan tentang sesuatu tanpa memikirkan atau mempelajarinya”. Pengertian yang mendalam mengenai intuisi masih terus diperdebatkan. Ada yang menyatakan bahwa intuisi adalah saat dimana ada ”sumber yang lebih tinggi” yang memberikan input pada kesadaran kita secara tiba-tiba saja. Dan pendapat lain mengatakan bahwa intuisi adalah kemampuan kita untuk secara tidak sadar mendownload atau mengambil data atau info yang selalu tersedia di unconscious mind/pikiran bawah sadar kita. Ada juga yang berpendapat bahwa Ia adalah kemampuan telepati tanpa sadar antara seseorang dengan orang lain ditempat yang berjauhan. Mungkin perbedaan pendapat ini akan berlanjut terus.
Intuisi adalah pengetahuan yang bergerak antara rasional dan literal. Untuk memahaminya, tidak cukup hanya menggunakan kategori akal logika saja. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah batin, firasat atau intuisi, tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Istilah tersebut diterjemahkan dalam berbagai makna. Tapi yang pasti, intuisi adalah keadaan dimana seseorang merasakan akan terjadinya suatu peristiwa sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi, entah itu peristiwa baik ataupun buruk.
Meskipun arti dari intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui dan merasakan peristiwa yang akan terjadi, namun intuisi tidak sama dengan meramal. Intuisi datang tanpa terencana, sedang meramal dapat direncanakan obyek apa yang ingin diketahuinya. Intuisi wujudnya abstrak, sedang ramalan lebih berbentuk. selain itu, perbedaan yang mencolok adalah kemampuan meramal hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang memang dianugerahi bakat meramal atau keparanormalan, sedangkan intuisi dimiliki oleh semua orang.
Dalam perspektif Islam, intuisi dapat dinilai sebagai bagian lanjut dari pemikiran dan sikap mental maju yang telah dimiliki seorang muslim. Seorang muslim memang dituntut untuk mengaplikasikam pemahaman Islam dalam menjalankan kegiatan hidupnya. Proses aplikasi ini dapat dilakukan diantaranya dengan cara menumbuhkan kesadaran dan melatih kepekaan perasaan.
Albert Einstein berkata bahwa: “Intelektual mempunyai peranan yang kecil dalam sebuah penemuan. Bila datang sebuah lompatan dalam kesadaran, sebut itu sebagai intuisi atau apa saja sesuai dengan keinginanmu, solusi akan datang kepadamu dan kamu tidak tahu bagaimana atau mengapa.”
Ungkapan Einstein yang mengatakan bahwa intusi adalah solusi dari sebuah penemuan adalah sangat tepat. Karena ia adalah sumber visi dan gagasan yang mempunyai kuasa untuk mencerahkan kesadaran dan menaikkan getaran atas segala sesuatu yang berada di sekitar kita. Ia sanggup memberikan jawaban atas apapun pertanyaan yang ada pada diri kita.
Selain itu ada yang mengatakan bahwa “Sesuatu yang paling berharga adalah intuisi. Pikiran yang intuitif adalah suatu karunia suci, dan pikiran yang masuk akal adalah seorang pelayan yang setia. Kita sudah menciptakan masyarakat yang menghormati pelayan dan melupakan karunia suci.”
Ungkapan diatas menyimpulkan bahwa intuisi adalah suatu karunia yang suci. Ia adalah kuasa yang tersembunyi, kadang-kadang ia datang sebagai sebuah pikiran, sebuah gambaran dalam pikiran kita atau sebuah perasaan sensasi dalam diri kita. Bisa datang tiba-tiba, atau terus menerus. Ketidak pahaman mengenai kuasa ini akan membuat ia tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Intuisi adalah pengertian yang mendalam dan pengetahuan secara langsung tentang tingkat dari kesadaran yang lebih tinggi. Semakin kita mencapai kesadaran diri, atau semakin kita mampu mengembangkan diri kita seutuhnya, semakin meningkat intuisi kita. Tujuan dari pengetahuan yang langsung memungkinkan kita untuk menciptakan suatu dunia yang lebih baik.
Intuisi bersifat universal secara alami. Dengan intuisi kita memahami keesaan tentang hidup dan dan kehadiran energi di dalam pengalaman manusia sehari-hari. Dan ia ada dalam diri kita semua, selalu siap untuk digunakan dan selalu siap untuk menjadi semacam konsultan pribadi yang dapat memberi pengetahuan yang lebih mendalam.
Istilah-istilah suddenness, tidak diperhitungkan keanehan, gembira, inspirasi adalah terminology yang dipakai untuk menyatakan itu sebagai intuisi. Dalam istilah filosofi, intuisi didefinisikan sebagai berikut:
“Pengetahuan mendadak yang diperoleh tanpa sadar” Dalam ilmu pengetahuan, intuisi adalah pengertian yang diperoleh mendadak tentang kebenaran. It is “Knowing without knowing why I know”.
Semua manusia mempunyai intuisi. Proses mental bawah sadar yang menciptakan intuisi, bila distimulasi lebih produktif. Beveridge mendefinisikan sebagai pemberian keterangan yang tiba-tiba tentang situasi, suatu penjelasan tentang ide yang melompat ke kesadaran. Sering terjadi seseorang tidak sadar memikirkan suatu objek, tiba-tiba datang suatu ide, ini adalah contoh intuisi, tetapi yang datang tiba-tiba bila masalahnya telah disadari, itu yang merupakan intuisi.

Strategi Mengejar Imajinasi dan Meningkatkan Intuisi
a. Strategi Mengejar Imajinasi
Semua orang menerima anugerah yang namanya imajinasi itu pada tingkatan yang berbeda-beda. Memang, tidak semua orang mampu menggunakan imajinasi mereka untuk membuat karya seni yang luar biasa atau menciptakan penemuan ilmiah. Akan tetapi, kita semua jelas sekali mampu meningkatkan imajinasi yang kita miliki hingga pada tingkatan yang memungkinkan kita meraih sebentuk kesuksesan bagi diri kita masing-masing.
Strategi untuk mengejar konsep Hammel dan Prahalad yaitu strategi mengejar imajinasi (visi) disebutnya sebagai Strategic Intent. Penyusunan startegi ini dikembangkan secara bertahap serta konsisten. Strategi ini harus memiliki pandangan yang akan dicapai minimal sepuluh tahun yang akan datang. Untuk menguasai pasar Sony, Microsoft, General Electric, Coca Cola, dan perusahaan mengagumkan lainnya menggunakan strategic intent.
Strategic Intent dirumuskan secara bertahap dan lebih menantang kalau ada penantangnya. Garam, Suzuki menantang Honda, Marriot Hotel menantang Hilton, dan sebagainya. Dalam strategi mengejar imajinasi ini, masa depan bukan hanya dibayangkan, tetapi harus dibangun. Maka dibutuhkan arsitek yang menciptakan hal-hal yang belum tercipta. Gabungan antara pemimpin dan pelaksana. Dalam pelaksanaan strategi berdasarkan imajinasi ini membutuhkan Strategic Architecture yang merupakan gabungan antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai, struktur (social architecture), dan financial architecture. Strategic Architecture sebagai cetak biru tingkat tinggi untuk penyebaran dari fungsionalitas baru, akuisisi dari kompetensi baru, atau migrasi dari kompetensi yang ada dan menyusun kembali perantara dengan pelanggan.
Dalam strategic intent, imajinsi harus mempunyai obsesi untuk berhasil dan harus dicapai secara bertahap. Dalam pelaksanaan strategi mengejar imajinasi ini membutuhkan strategic architecture, yang merupakan gabungan antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai, struktur (social architecture), dan financial architecture.
Dalam literatur manajemen, strategic intent menetapkan misi yang berisi tentang kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal, menetapkan sasaran, mengembangkan strategi, merancang program, mengimplementasikan program dan mengevaluasi beririentasi pada waktu yang akan datang.
Untuk melakukan strategi berdasarkan mimpi ini jangan menggunakan emosi yang membabibuta. Mulai dengan yang paling mungkin dilakukan, sampai yang benar-benar bisa dilakukan. Misalnya tahun ini memperbaiki pelayanan pada pelanggan, tahun depan peningkatan kualitas produk, tahun depannya lagi masuk ke pasar global dan sebagainya.
Selain itu, berilah masukan pada pikiran dari pagi hingga malam menjelang tidur dengan kata-kata, gambaran, gagasan dan informasi yang konsisten dengan tujuan untuk meraih sukses. Kembangkan kebiasaan berpikir positif dan percaya diri untuk menjadi pengusaha sukses. Perbanyak membaca cerita, artikel dan buku-buku mengenai orang sukses.
Pikirkan bagaimana kita seperti orang pengusaha sukses dan bayangkan diri kita sudah seperti mereka. Ini mempermudah mewujudkan niat menjadi pengusaha.

b. Strategi Meningkatkan Intuisi
Intuisi adalah jelas, bersinar, langsung mengetahui. Rasa ini adalah independen dari mental kesadaran akan sumber pengetahuan. Kita mungkin merasa tiba-tiba ada yang mendorong untuk melakukan atau memperlambat perjalanan, tanpa sadar alasan tertentu untuk mencapai keputusan. Pengetahuan yang tiba-tiba dan hanya hadir dalam pikiran kita.
Ketika seseorang ingin mengasah ketajaman intuisi, ia seharusnya telah menyimak semua pengetahuan tentang cara menjadi sukses. Pribadi yang sibuk dengan rutinitas yang sama setiap hari sulit menemukan intuisi dalam dirinya, sebab dia tidak mengenal intuisi selain bekerja mengikuti prosedur.
Manusia cerdas akan melatih intuisinya untuk memahami kehidupan hari ini buat hari esok, bukan sekedar sibuk dalam rutinitas yang hanya mengikuti jalan yang sudah sering dilalui orang lain.
Intuisi yang terlatih dengan sempurna akan menghasilkan gagasan – gagasan berkualitas tinggi, untuk menciptakan karya masa depan yang luar biasa. Intuisi yang tercerahkan akan menjadi energi sukses buat jiwa, raga, dan pikiran.
Ada beberapa cara untuk membuka intuisi. Salah satunya adalah cara sederhana dibawah ini:
- Duduk dengan tenang ditempat dimana kita tidak akan terganggu.
- Lakukan pernapasan secara perlahan dan teratur, tarik napas kedalam perut dan keluarkan secara perlahan.
- Lakukan pernapasan ini sampai kita merasa relax dan nyaman.
- Buat sebuah imajinasi dari persoalan atau kondisi yang ada dan ingin kita ketahui (cobalah cari persoalan atau kondisi yang sederhana pada awal-awal latihan).
- Imajinasi ini sebaiknya menggambarkan persoalan atau kondisi kita tanpa adanya pikiran yang menghakimi.
- Setelah itu biarkan diri kita menjadi hening.
- Amati semua yang terjadi. Apakah ada gambar yang muncul, atau perasaan, atau getaran dalam tubuh?
- Amati saja, tanpa meberi penilaian atau menghakimi.
- Setelah itu, kita bisa membuka mata dan mengamati sekeliling, apakah ada tanda atau signal yang mencolok yang terlihat saat kita membuka mata yang dapat menjadi petunjuk untuk menjawab persoalan kita.
- Ikuti gambaran atau petunjuk yang kita terima untuk melakukan langkah selanjutnya dalam persoalan yang kita hadapi. Bila petunjuknya bagus, ia akan membawa kita ke langkah selanjutnya. Bila kurang tepat, setidaknya ia telah mengurangi beberapa opsi dalam pemecahan persoalan kita.
- Jangan sesekali ragu dengan kemampuan yang kita miliki. Lakukan latihan terus dan percayalah bahwa intuisi siap anda gunakan.
Langkah-langkah untuk meningkatkan intuisi antara lain:
a) Mengenali intuisi yang terinspirasi pemikiran, sebuah anggapan atau usus rasa, semua adalah operasi dari intuisi. Intuisi secara bersamaan bertanggung jawab untuk perasaan kedekatan kepada Tuhan, hidup dalam gambar-gambar dan terinspirasi solusi untuk masalah.


b) Mewujudkan intuisi.
Setiap orang memiliki pengalaman intuisi yang unik. Hal ini sangat menyentuh semua lapisan yang menjadi: rohani, emosi, mental dan fisik. Sebagian besar anak-anak dan remaja memiliki alam yang sangat tinggi dari intuisi. Setelah mereka dewasa, pikiran mereka menjadi lebih analitis, memicu sebuah peningkatan aktivitas di belahan bumi sebelah kiri. Semua orang mempunyai intuisi, meskipun perkembangannya berbeda satua sama lain. Setiap individu dalam seni kreatif, memilki imajinasi yang sangat mengekang, dan operasi dari intuisi sangat kuat.
c) Meningkatkan intuisi
Intuisi dapat ditingkatkan setelah kita mengenali diri kita sendiri dan berusaha untuk memperbaiki apabila ada yang salah yang bisa menjadi penghalang dalam mencapai suatu mimpi.
Pendapat lain menjelaskan cara untuk meningkatkan intuisi seseorang, yaitu:
a) Yakinlah kalau Anda dapat berubah. Hal yang pertama kali harus dilakukan agar dapat menajamkan intuisi adalah seseorang membutuhkan keinginan kuat dari dalam dirinya berubah. Keinginan untuk berubah, keyakinan kalau anda dapat membuat nyata hal ini, maka anda pun akan berubah!
b) Dengarkan diri anda. Dengarkan secara mendalam, intuitif dan setiap hari kata-kata dari dalam hati anda.
c) Bermeditasi tiap hari. Meditasi sekurangnya 20 menit tiap hari, berdoa dan merenung. "Ada terlalu banyak suara di dunia," kata Kamm. "Kita butuh waktu untuk sendiri."
d) Buat sebuah jurnal (buku harian). Buatlah rekaman pikiran dan observasi anda untuk melihat kemajuan anda tiap harinya.
e) Kembalilah ke alam. 'Ceburkan' diri anda kembali ke alam. Pergilah ke luar dan hargai keindahan lingkungan sekitar, dan anda akan paham kekuatan yang anda miliki.
f) Bernapas. Gunakan menarik napas dalam-dalam sebagai cara anda menenangkan diri anda. Saat anda bernapas, pikirkan mengenai kebijaksanaan diri anda dan kemampuan intuisi anda.
g) Percayalah pada diri anda. Yakinlah atas penilaian anda dan tahu kalau anda memiliki jawabannya dalam diri anda, jika anda mau meluangkan waktu untuk mendengarkannya. "Kita perlu memperlambat langkah dan mengembangkan kemampuan intuisi kita untuk memilah-milah banyak informasi yang datang bertubi-tubi di masa ini," kata Kamm.
h) Pikirkan kekecewaan sebagai salah satu kemungkinan. Kembangkan intuisi anda, dan anda selangkah lagi sampai pada kemampuan menyembuhkan diri sendiri, kata Kamm, yang mendorong para kliennya untuk berpikir kalau penyakit pun merupakan suatu kesempatan untuk membuat perubahan hidup ke arah positif.
i) Bayangkan kebahagiaan anda. Jika Anda tidak hidup dalam kehidupan yang anda inginkan, maka bayangkan anda hidup dalam kehidupan yang bahagia, lalu tanyakan diri anda apa yang dapat anda ubah sehingga membuat mimpi indah itu menjadi nyata.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin memanfaatkan intuisi yaitu:
a) Bedakan intuisi dari angan-angan muluk. Jika Anda ingin memakai intuisi, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda dipengaruhi oleh pikiran dan harapan yang muluk atau sekedar perkiraan semata? Jadi lebih baik jika seseorang mengandalkan intuisi secara objektif. Artinya intuisi itu berdasarkan perkiraan yang didukung data-data.
b) Bedakan intuisi dan keinginan pribadi. Seringkali seseorang mencampuradukkan intuisi dengan keinginan pribadi. Misalnya seseorang memperkirakan kesuksesan peluncuran produk hanya karena produk itu karyanya sendiri. Hindari perkiraan semacam ini. Seseorang boleh saja meluncurkan produk berdasarkan intuisi, karena produk tersebut benar-benar layak dipasarkan dan berkualitas, bukan cuma karena karyanya sendiri.
c) Jangan campur intuisi dan emosi pribadi. Perkiraan yang didasarkan emosi pribadi jelas tidak obyektif. Contoh kasus, pelaku bisnis di Inggris terus mempertahankan suatu produk hanya karena penghuni istana Buckingham masih suka memakai produk itu, sementara masyarakat umum sudah tidak menyukainya sama sekali. Hal seperti inilah yang harus dihindari.
d) Jangan memakai intuisi secara terburu-buru. Kadang intuisi memang muncul secara mendadak, namun jangan keburu menggunakannya sebagai langkah pengambil keputusan atau tindakan. Intuisi itu tetap memerlukan kelayakan uji coba untuk menghindari penilaian yang terlalu dini.
e) Jangan enggan menguji. Seberapapun canggihnya intuisi seseorang, ia perlu mempertimbangkan untuk menguji kelayakan intuisi itu. Jangan terlalu saklek oleh satu intuisi tanpa pertimbangan lain.

Hubungan Imajinasi dan Intuisi dengan Kewirausahaan
Seorang wirausahawan tulen, pasti mempunyai daya kreativitas tinggi. Sering dipertanyakan, apakah kemampuan itu merupakan bakat bawaan ataukah sesuatu yang bisa dikembangkan, sehingga siapapun bisa menjadi wirausahawan sukses?
Banyak ahli yang mengatakan, sebetulnya kreativitas bisa dikembangkan. Untuk mengembangkan kreativitas wirausahawan, antara lain bisa dilakukan dengan cara:
Pertama, mengembangkan daya visi. Maksudnya adalah, mengembangkan kemampuan seorang wirausaha, untuk membayangkan apa yang akan terjadi dan akan dihadapi di masa yang akan datang. Jika dia bergerak di bidang usaha mie ayam misalnya, membayangkan bagaimana kecenderungan selera konsumen di masa depan; bagaimana kondisi persaingan di masa itu, dan sebagainya. Contohnya, dengan makin berkembangnya selera konsumen, maka pengusaha mie secara kreatif menciptakan aneka rasa mie ayam, dengan penyajian yang lebih menarik. Atau, membuat kemasan praktis, untuk melayani konsumen yang sibuk, dan seterusnya.
Kedua, mengembangkan kemampuan. Maksudnya, bagaimana mengembangkan kemampuan untuk mewujudkan kebutuhan konsumen, ke dalam bentuk barang atau jasa yang diinginkan. Misalnya, adalah memenuhi kebutuhan konsumen terhadap makanan serba praktis untuk dinikmati di mana saja. Atau menjawab kebutuhan konsumen terhadap jajanan pasar yang lezat, sehat dan bergizi tinggi, dan seterusnya.
Ketiga, mengembangkan daya intuisi. Intuisi adalah peringatan yang datang dari alam bawah sadar seseorang. Datangnya tidak tentu, terkadang pada saat-saat kritis. Intuisi dapat dimanfaatkan oleh seorang wirausaha untuk mengambil keputusan saat diperlukan, tetapi dengan tidak mengabaikan pertimbangan-pertimbangan lain. Misalnya, pada saat memutuskan untuk memilih lokasi usaha dan jenis usaha yang akan ditekuni.
Keempat, mengembangkan daya imajinasi. Kemampuan imajinasi memberikan gagasan kepada seorang wirausaha, untuk membayangkan tentang suatu hal yang tidak pernah ada sebelumnya, atau belum pernah dilihatnya. Contohnya, gagasan membuat pesawat terbang, kapal selam dan mendarat di bulan, diawali oleh imajinasi manusia untuk dapat terbang seperti burung, hidup di dalam air seperti ikan, dan hidup di bulan. Gagasan untuk menciptakan alat sederhana pemipil jagung misalnya, adalah juga hasil karya imajinasi petani yang menginginkan sebuah alat untuk merontokkan yang murah, mudah dibuat sendiri, mudah digunakan, tidak perlu bahan bakar minyak, mudah dan praktis disimpan, dan tidak memerlukan perawatan.
Kelima, mengembangkan daya berfikir lateral. Berpikir lateral adalah cara otak mengolah informasi yang terbatas, sehingga menghasilkan sejumlah gagasan baru. Berpikir lateral berbeda dengan berpikir vertikal (lurus) yang biasa diajarkan di sekolah.
Apabila di dalam berpikir vertikal orang dituntut untuk bergerak maju dengan langkah-langkah yang urut, logis, matematis dan berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal), maka di dalam berpikir lateral orang diajarkan untuk berpikir melompat-lompat, tetapi buah pemikirannya membentuk satu kesatuan yang runtun dan tidak kabur maknanya.
Seorang wirausaha yang berpikir vertikal akan melihat suatu hambatan sebagai suatu hambatan dan dia akan berhenti. Tetapi seorang wirausaha yang berpikir lateral akan melihat hambatan sebagai peluang.
Sebagian orang menyebut intuisi sebagai feeling, perkiraan, perasaan, spekulasi, kreativitas, atau imajinasi. Tapi apapun terjemahannya, dalam waktu tertentu intuisi diperlukan untuk mendukung sebuah keputusan. Tentu saja dalam dunia bisnis, intuisi tidak bisa diandalkan tanpa pertimbangan lainnya. Intuisi perlu dilengkapi dengan sejumlah data dan uji coba. Contohnya Einstein, ia mendapatkan gagasan berdasarkan intuisi. Namun, ia berusaha melakukan uji coba dan eksperimen untuk mengukur sejauhmana keakuratan gagasan itu.
Berdasarkan survei, sejumlah pemimpin puncak mengaku memakai intuisi dalam mempekerjakan dan mempromosikan karyawan. Sebagian lagi mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan tentang produk. Tapi tetap saja intuisi harus dikendalikan. Karena seperti halnya logika, intuisi juga bisa salah.
Petinju legendaris Mohammad Ali bilang, “Orang yang tidak pernah menggunakan imajinasinya adalah laksana burung tanpa sayap.”
Adapun beberapa pendapat para tokoh tentang hubungan imajinasi dan intuisi dengan kewirausahaan, yaitu:
Pemimpin yang ingin membangun sebuah visi yang bagus yang dapat memotivasi bawahan untuk berprestasi secara maksimal haruslah memiliki pemikiran yang penuh intuisi. – John Naisbitt.
Manajer yang intuisinya tajam memiliki keterampilan khusus yang mungkin sekali akan sangat berharga dalam menghadapi lingkungan yang sangat cepat berubah pada masa depan. Besar kemungkinan mereka akan menjadi orang yang memikirkan produk baru masa depan. Mereka adalah orang yang mampu mengetahui apa yang diinginkan konsumen dan berapa banyak uang yang bersedia mereka keluarkan untuk memperolehnya. – Weston Agor.
Intuisi sering kali mewujudkan mimpi menjadi kenyataan yang bisa ditonjolkan. – B. Fuller.
Hal yang sangat bernilai adalah intuisi. – Albert Einstein.
Pikiran yang penuh dengan intuisi akan menunjukkan kepada pikiran yang penuh dengan logika tentang jalan mana yang harus ditempuh selanjutnya. – Jonas Salk.
Orang yang tingkat penguasaan dirinya tinggi tidak perlu berusaha menyatukan nalar dan intuisi. Mereka sudah menyatukannya secara alami sebagai produk sampingan dari komitmen mereka dalam menggunakan sumber daya yang tersedia. Mereka tidak punya waktu untuk memilih antara nalar dan intuisi, atau antara logika dan perasaan, sama seperti tidak akan memilih berjalan dengan satu kaki atau melihat dengan satu mata. – Peter Senge.
Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita. Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatanimajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya. Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya. Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan. Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan.

DAFTAR RUJUKAN

Ahmad, Abu. 1992. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Alma, Buchari. 2008. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeto.

Al Barry. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: ARKOLA.

Harefa, Andrias. 2009. Inovasi Kewirausahaan: Untuk Semua Orang?. http://www.owlyzevitch.wordpress.com

Matsna, Moh. 2007. Pendidikan Agama Islam: Al-Qur’an Hadits Madrasah Aliyah Kelas X. Semarang: PT. Karya Toha Putra.

Prijosaksono, Aribowo, dkk. 2009. Memanfaatkan Kekuatan Pikiran. www.maindexchange.com

Septian7. 2009. Kekuatan Ajaib Imajinasi. http://septian7.wordpress.com


Sholeh, A. Khudori. 2009. Konsep Psikologi Al-Farabi. http://www.scribd.com/doc/3947427/Konsep-Psikologi-alFarabi

Sumartono. 2009. Sebuah Power Dari Imajinasi. http://catatansmart.com

Suyanto, M. 2004. Smart in Entrepreneur: Belajar dari kesuksesan Pengusaha Top Dunia. Yogyakarta: ANDI.

2009. Intuisi. http://www.blogkita.com

2009. Mengandalkan Intuisi dengan Tepat. http://www.anak2si.blogspot.com


2009. Mengasah Intuisi. http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com

2 komentar:

  1. Pada pelatihan aktivasi otak, materi-materi yang diberikan adalah sebagai berikut :

    * Berjalan dengan mata tertutup ( Blind Fold ) melewati rintangan, menebak jumlah benda,warna dll

    * Melatih otak agar lebih mudah konsentrasi/lebih mudah fokus. Melatih otak agar memiliki kemampuan memori/daya ingat yang lebih baik, tidak mudah pikun meski usia telah tua.

    * Pengajaran tehnik dahsyat SUPER BRAIN GYM yang bermanfaat mengatasi berbagai permasalah di otak seperti : kesulitan fokus/konsentrasi, emosi tidak stabil, mudah lupa dan lain sebagainya. Sangat bermanfaat juga diajarkan kepada anak anda untuk kasus seperti autis, hiperaktif, down syndrome dll. Hanya terdiri dari 1 gerakan inti, mudah diaplikasikan dimanapun.

    * Pengajaran tehnik pernafasan khusus untuk meningkatkan intuisi dan kecerdasan kognitif otak.


    Telepon : 0812 8202 7639 / 085 777 269 266

    http://pelatihanintienergi.com/aktivasi-otak-tengah-untuk-orang-dewasa.php

    BalasHapus