Selasa, 06 Oktober 2009

“PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE SISWA KELAS X B MAN TUREN”

ABSTRAK

Nurul Zainab (06110006), Peningkatan Partisipasi Belajar Al-Qur’an Hadits Melalui Strategi Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here Siswa Kelas X B MAN Turen, Laporan Penelitian Tindakan Kelas, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Ghafur, M. Ag

Kata Kunci; Partisipasi Belajar, Strategi Pembelejaran Everyone is a Teacher Here

Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan atau sikap yang mereka butuhkan.
Partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran mencakup perhatian siswa terhadap penjelasan guru, kerjasamanya dengan teman sekelas dalam mengikuti kegiatan, kemampuan siswa mengemukakan pendapat, memberi kesempatan berpendapat kepada teman, mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat, memberi gagasan yang cemerlang dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan senang dan semangat.
Salah satu strategi pembelajaran aktif adalah strategi everyone is a teacher here. Strategi ini adalah salah satu strategi dalam model pembelajaran aktif (active learning). Strategi Pembelajaran Everyone is a teacher here adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk semuanya berperan menjadi narasumber terhadap semua temannya di kelas belajar.

Penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi belajar AL-Qur’an hadits melalui strategi pembelajaran everyone is a teacher here siswa kelas X B MAN Turen. Keterpaduan proses balajar mengajar siswa dan proses mengajar guru tidak pernah terbentuk begitu saja, tanpa adanya pengaturan dan pemecahan yang seksama. Pengaturan dan pemecahan masalah ini harus di arahkan pada partisipasi siswa serta dapat menimbulkan minat belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I tingkat partisipasi siswa adalah siklus I rata-rata hanya 38 % . Pada siklus ke II partisipasi siswa mencapai menjadi 72 % dan 89.2 % pada siklus III. Meningkatnya partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits didukung oleh meningkatnya kegiatan aktivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran dengan strategi everyone is a teacher here. Hal ini dapat dilihat dari data observasi terhadap kegiatan guru Al-Qur’an Hadits dalam pembelajaran meningkat dari 69 % pada siklus I, menjadi 89 % pada siklus II dan menjadi 91 % pada siklus III.


METODE PENELITIAN

A.Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di MAN Turen. MAN Turen terletak di Jln. Kauman 18 Turen. Madrasaah ini awalnya adalah madrasah swasta yang bernama Madrasah Aliyah Miftahul Huda Turen, kemudian menjadi negeri pada bulan Mei 2009. Dengan statusnya yang baru negeri, MAN Turen belum memiliki sarana prasarana yang lengkap, bahkan terdapat 2 kelas yang belum mempunyai bangku.
MAN Turen terdiri dari empat rombongan belajar (rombel), yang meliputi kelas X dua rombel, kelas XI satu rombel dan kelas XII satu robel. Selain itu terdapat perpustakaan yang juga mencakup sebagai ruang multimedia dan laboratorium.
Penelitian tindakan kelas ini untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X B tahun pelajaran 2009-2010 semester ganjil dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang, terdiri dari laki-laki 21 orang dan perempuan 15 orang. Sebagian besar siswa kelas X B adalah siswa yang pendiam dan penurut. Di dalam kelas, siswa cenderung pasif dan tidak percaya diri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pemilihan kelas ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas X B MAN Turen.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Juli sampai September 2009. Pertemuan waktu penelitian mengacu pada kalender pendidikan sekolah, karena penelitian tindakan kelas memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas, yaitu pada hari Sabtu jam 06.30-07.50 WIB.
Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an Hadits.

B.Rencana Tindakan
1.Perencanaan Tindakan
Pada tahap perencanaan tindakan ini, peneliti melakukan identifikasi masalah yang dihadapi siswa dengan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Untuk mengatasi masalah pembelajaran sebagaimana dijelaskan sebelumnya, maka peneliti berencana menerapkan strategi pembelajaran everyone is a teacher here. Pada pertemuan pertama peneliti mengadakan pre-test tentang pengetahuan yang dipelajari siswa pada pertemuan sebelumnya dengan guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits yang menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Selain itu, peneliti mempersiapkan strategi lain seperti ceramah dan brainstorming sebagai antisipasi kemungkinan perubahan yang bersifat menyesuaikan.
Masalah yang ditemukan akan diatasi dengan melakukan langkah-langkah perencanaan tindakan yaitu menyusun instrument penelitian berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal tes, menyiapkan kertas kecil untuk penerapan strategi everyone is a teacher here dan lembar observasi.
Pada tahap ini pula, peneliti mencari teman sejawat yang akan membantu pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini. Teman sejawat dimaksudkan sebagai sumber untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif, baik dari sisi siswa maupun guru.

2.Implementasi Tindakan
Pada tahap ini dilakukan tindakan berupa pelaksanaan program pembelajaran, pengumpulan data hasil observasi dan tes. Adapun tindakan yang akan diimplementasikan dalam PTK ini adalah menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran. Pengamatan selain dilakukan oleh peneliti juga dilakukan oleh teman peneliti yang mencatat apa saja yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Materi pelajaran pada tahap pelaksanaan tindakan I adalah pengertian Al-Qur’an, tindakan II adalah perbedaan Al-Qur’an dengan Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi, tindakan III adalah bukti keotentikan Al-Qur’an dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya dan sejarahnya.

3.Observasi dan Interpretasi
Melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu catatan untuk mengumpulkan data. Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format lembar kerja siswa (LKS).
Tahap ini dilakukan untuk pengumpulan data. Observasi dilakukan awal dilakukan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Selanjutnya dalam implementasi tindakan juga diadakan observasi untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Observasi selain dilakukan oleh peneliti sendiri juga dilakukan oleh teman peneliti yang ikut mengamati kegiatan pembelajaran.

4.Analisis dan Refleksi
Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik prosentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Partisipasi belajar dianalisis dengan menganalisis tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits.
Adapun yang dilakukan peneliti dalam tahap ini peneliti adalah:
a.Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasai mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan
b.Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evalusi tentang skenario pembelajaran dan lembar kerja siswa
c.Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus berikutnya.

C.Siklus Penelitian
PTK ini mengacu pada penelitian tindakan Model Kurt Lewin, yang mana siklus dalam PTK ini mencakup konsep pokok penelitian tindakan dari Kurt Lewin (dalam Ghony: 2008) yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting).
Pada tahap perencanaan, guru peneliti bersama guru mitra membuat perencanaan penbelajaran yang mengembangkan partisipasi siswa dengan strategi Everyone Is A Teacher Here. Di sini, semua kegiatan yang akan dilaksanakan dimatangkan serta ditentukan alat yang digunakan untuk observasi tindakan yang dilakukan pada tahap tindakan, guru peneliti menyajikan pelajaran sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan. Bersamaan dengan pelaksanaan tindakan, guru peneliti yang melakukan observasi dengan cara yang telah disepakati pada tahap perencanaan. Hasil observasi ini kemudian direfleksikan secara bersama untuk melihat kelebihan dan kekurangan yang digunakan untuk pelaksanaan tindakan selanjutnya.
PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan partisipasi belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui strategi everyone is a teacher here.
Siklus pertama diadakan pada tanggal 08 Agustus 2009 dengan pokok bahasan pengertian Al-Qur’an. Pada siklus ini peneliti mengadakan pre test untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang materi yang akan dipelajari. Pada siklus ini, peneliti mengamati sendiri aktifitas dan partisipasi siswa di kelas.
Siklus kedua diadakan pada tanggal 15 Agustus 2009 dengan pokok bahasan perbedaan Al-Qur’an dengan Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi. Sedangkan siklus ketiga dilaksanakan pada tanggal 05 September 2009 dengan pokok bahasan bukti keotentikan Al-Qur’an dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya dan sejarahnya. Pada siklus kedua dan ketiga ini, peneliti dibantu seorang teman untuk mengamati dan mencatat apa yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

D.Pembuatan Instrumen
Sebelum PTK dilaksanakan maka dibuat beberapa instrumen yang akan digunakan untuk member perlakuan dalam PTK, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan dijadikan PTK, menyediakn potongan kertas untuk penerapan strategi everyone is a teacher here.
Selain itu, untuk mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, dalam penelitian ini digunakan beberapa instrumen pembantu, seperti lembar tes, lembar pengamatan partisipasi siswa di kelas, lembar evaluasi, pedoman observasi atau lembar observasi aktifitas siswa dan guru di kelas.

E.Pengumpulan Data
Data penelitian dikumpulkan dan disusun melalui teknik pengumpulan data yang meliputi: sumber data, jenis data, teknik pengumpulan data dan instrument yang digunakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1
Pengumpulan Data
No Sumber Data Jenis Data Teknik Pengumpulan Instrumen
1 Siswa Jumlah siswa yang dapat menjawab benar soal pre test dan post test Melaksanakan tes lisan Soal Test
2 Guru Langkah-langkah pembelajaran Observasi Pedoman Observasi
3 Guru dan Siswa Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung Observasi Pedoman Observasi
4 Siswa Partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran Pengamatan Partisipatif Lembar Pengamatan

F.Indikator Kinerja
Bersumber pada hasil observasi yang menunjukkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, diharapkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi everyone is a teacher here. Adapun indikator kinerja untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian penelitian ini adalah:
a.Observasi: Partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Indikator keberhasilannya adalah minimal 75 % siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an Hadits
b.Dokumentasi: daftar kehadiran siswa. Indikator keberhasilannya adalah 75 % siswa hadir dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits.

PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. PAPARAN DATA
Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam tiga siklus. Penelitian yang telah dilakukan penulis sebagai peneliti hingga siklus ketiga pada bulan September 2009, dibantu oleh teman sejawat yang bertindak sebagai observer dan berfungsi sebagai teman diskusi dalam refleksi.
1. Siklus Pertama
Siklus pertama terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
a. Perencanaan
Adapun beberapa hal yang peneliti lakukan dalam tahap ini adalah:
 Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah.
 Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
 Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
 Menentukan skenario pembelajaran dengan strategi everyone is a teacher here
 Membuat pertanyaan pre test
 Mempersiapkan sumber, bahan dan alat bantu yang dibutuhkan
 Membuat format evaluasi
 Membuat format observasi pembelajaran.

b. Pelaksanaan
Pada awal siklus pertama dilaksanakan pre test. Pada saat awal siklus pertama pelaksanaan belum sesuai dengan rencana. Hal ini disebabkan:
 Semua siswa belum mempunyai buku panduan dan LKS
 Sebagian siswa belum memahami langkah-langkah strategi everyone is a teacher here
Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan upaya sebagai berikut:
 Guru memberikan catatan tentang materi yang akan dipelajari
 Guru membantu siswa yang belum memahami langkah-langkah strategi everyone is a teacher here
Pada akhir siklus pertama dari siklus pertama dari hasil pengamatan guru dapat disimpulkan:
 Siswa mulai terbiasa dengan kondisi belajar aktif dengan strategi everyone is a teacher here
 Siswa mampu menyimpulkan bahwa strategi everyone is a teacher here memiliki langkah-langkah tertentu.

c. Pengamatan
Kegiatan Observasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan di atas yang dilakukan oleh guru mitra sebagai kolaborator. Pada siklus pertama jumlah siswa yang hadir sebanyak 33 siswa atau 92 % dari seluruh seluruh jumlah siswa (36 siswa). Dari hasil pre test, siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar hanya 17 sisa atau 47 %. Hasil observasi partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits selama siklus 1 adalah: skor perolehan: 6.03, skor ideal: 16, prosentase: 38 %. Sedangkan hasil observasi kegiatan guru dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, pada siklus 1 masih tergolong rendah dengan perolehan skor 47 atau 69% sedangkan skor idealnya adalah 68. Data hasil observasi oleh kolaborator menunjukkan adanya hambatan yang datang dari siswa, yaitu:
 Sebagian besar siswa Kelas X B pada umumnya mempunyai partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits masih rendah dan pasif. Pada pertemuan siklus 1 ini guru banyak terlibat di dalam pembelajaran. Rendahnya partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits disebabkan rendahnya aktivitas belajar dan motivasi siswa.
 Siswa dalam membuat pertanyaan masih banyak yang menyimpang dari topik yang dibahas dan sementara jawaban siswa masih banyak yang kurang sesuai dengan apa yang diharapkan.
 Dalam menanggapi permasalahan, yang bisa menjawab hanya dilakukan siswa tertentu saja, itupun tanggapannya masih kurang relevan.
 Siswa masih kurang memahami tentang strategi Everyone Is A Teacher Here.
 Kemandirian belajar untuk mencari pengetahuan dan belajar sendiri masih rendah, siswa masih berharap bantuan dari temannya.
 Selain itu kemampuan guru dalam mengorganisasikan siswa masih perlu perbaikan.

d. Refleksi
Refleksi dilakukan untuk mengamati keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan tindakan yang terjadi pada siklus 1 maka perlu perbaikan diantaranya:
 Guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran Al-Qur’an Hadits melalui strategi everyone is a teacher here. Hal ini diperoleh hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits siklus pertama hanya memperoleh 69%.
 Demikian juga dengan siswa belum terbiasa dengan kondisi pembelajaran Al-Qur’an Hadits melalui strategi everyone is a teacher here. Hal ini diperoleh hasil observasi terhadap perolehan skor dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits siklus pertama hanya memperoleh 38%
 Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan maka guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
 Guru memberi pengakuan atau penghargaan (reward).
 Kemampuan guru dalam mengorganisasikan siswa masih perlu perbaikan dan hendaknya guru memperhatikan tahap-tahap kegiatan dan alokasi waktu yang telah ditetapkan.

2. Siklus Kedua
a. Perencanaan
Peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama, antara lain:
 Guru peneliti adalah membuat perencanaan pembelajaran (skenario pembelajaran) sesuai dengan kompetensi dasar.
 Guru membuat panduan belajar siswa agar mudah di pahami siswa.
 Menyiapkan waktu yang tepat agar tidak banyak waktu yang terbuang.
 Menyiapkan materi pembelajaran dengan tujuan meningkatkan partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits siswa Kelas X B MAN Turen

b. Pelaksanaan
 Suasana pembelajaran sudah mengarah kepada pembelajaran aktif dengan strategi everyone is a teacher here.
 Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
 Guru memberi pengakuan atau penghargaan (reward).
 Sebagian besar siswa merasa termotivasi untuk bertanya dan menanggapi pendapat siswa lain
 Suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sudah mulai tercipta


c. Pengamatan
Kegiatan observasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan di atas yang dilakukan oleh guru mitra sebagai kolaborator. Pada siklus kedua jumlah siswa yang hadir sebanyak 34 siswa atau 94 % dari seluruh seluruh jumlah siswa (36 siswa) Hasil observasi partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits selama siklus 2 adalah: skor perolehan: 11.5, skor ideal: 16, prosentase: 72 %. Sedangkan hasil observasi kegiatan guru dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada siklus 2 ini tergolong sedang. Hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus pertama. Dari skor ideal 68 nilai yang diperoleh adalah 57 atau 89%.
Dari hasil observasi tersebut diketahui adanya peningkatan partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits siswa Kelas X B MAN Turen, hal tersebut tampak seperti yaitu:
 Siswa rata-rata aktif karena siswa dalam memberi jawaban dan sudah ada yang berani mengungkapkan pendapatnya.
 Pertanyaan siswa sudah terarah pada materi yang dibahas.
 Jawaban siswa sebagian sudah relevan dengan materi yang di pelajari.
 Siswa telah dapat menyajikan materi dengan baik yang dikaitkan dengan materi pembelajaran yang berupa peristiwa-peristiwa di masyarakat.
Walaupun demikian masih ditemui hambatan-hambatan pada siklus 2, yaitu:
 Masih adanya siswa yang kurang aktif.
 Masih adanya jawaban siswa yang kurang relevan
 Motivasi dan minat siswa masih perlu ditingkatkan lagi
 Guru belum maksimal membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa dan masih kurang memberi reward sebagai penguatan.

d. Refleksi
Dengan memperhatikan hasil pengamatan baik terhadap siswa maupun terhadap guru, diperoleh hal-hal sebagai berikut:
 Tingkat kinerja guru semakin baik, meskipun masih ada beberapa kekurangan. Hal ini dapat dilihat dari data observasi terhadap kegiatan guru Al-Qur’an Hadits dalam pembelajaran meningkat dari 69 % menjadi 89 % pada siklus kedua.
 Siswa sudah mulai mampu berpartisipasi dalam pembelajaran, mampu menjawab, mampu mempresentasikan hasil kerja dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari data observasi terhadap perolehan skor partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits pada siklus pertama dari 38 % menjadi 72 % pada siklus kedua.
 Tetap meningkatkan pembelajaran dengan menggunakan strategi everyone is a teacher here sehingga partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits meningkat, seiring dengan meningkatnya motivasi dan minat belajar siswa.

3. Siklus Ketiga
a. Perencanaan
Perencanaan tindakan pada siklus 3 dilakukan dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus 2, antara lain:
 Hambatan pada siklus 2 oleh peneliti dan observer, dianalisa dan direfleksi untuk dijadikan pedoman dalam menyusun tindakan pada siklus 3.
 Guru membuat perencanaan pembelajaran (skenario pembelajaran) sesuai dengan kompetensi dasar.
 Guru membuat panduan belajar siswa agar mudah di pahami siswa.
 Menyiapkan waktu yang tepat agar tidak banyak waktu yang terbuang.
 Menyiapkan pokok bahasan tujuan meningkatkan partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits siswa Kelas X B MAN Turen.

b. Pelaksanaan
 Suasana pembelajaran sudah lebih mengarah kepada pembelajaran aktif dengan strategi everyone is a teacher here.
 Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
 Guru memberi pengakuan atau penghargaan (reward).
 Hampir semua siswa merasa termotivasi untuk bertanya dan menanggapi pendapat siswa lain.
 Suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sudah lebih tercipta.
Pada siklus ketiga jumlah siswa yang hadir sebanyak 36 siswa atau 100 % dari seluruh seluruh jumlah siswa (36 siswa). Dari hasil pos test, siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar hanya 35 siswa atau 97 %.Hasil observasi partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits selama siklus 3 diperoleh skor yaitu: skor perolehan: 14.27, skor ideal: 16, prosentase: 89.2 %. Sedangkan hasil observasi kegiatan guru dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada siklus 3 menperoleh skor perolehan 62 dari skor ideal 68 atau 91 %. Hal ini berarti menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dan perbaikan dari siklus sebelumnya.

c. Refleksi
Keberhasilan yang diperoleh selama siklus 3 ini adalah sebagai berikut:
 Siswa mulai mampu berpartisipasi dalam kegiatan dan tepat waktu dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits sudah mengarah ke pembelajaran everyone is a teacher here secara lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi terhadap partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits dapat meningkat dari 38 % pada siklus kedua menjadi 72 % pada siklus ketiga menjadi 89.2 %.
 Meningkatnya partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits didukung oleh meningkatnya kegiatan aktivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran dengan strategi everyone is a teacher here. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits mengalami peningkatan dari 89% pada siklus kedua dan menjadi 91 % pada siklus ketiga.
 Penilaian siswa terhadap strategi pembelajaran everyone is a teacher here ini sangat positif, mereka menilai sangat menarik dan tidak membosankan.
 Dari analisis hasil penelitian di atas, maka peneliti merefleksi bahwa strategi pembelajaran everyone is a teacher here ini dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa.

B. Pembahasan
1. Partisipasi Belajar Siswa
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dalam tiga siklus kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas diperoleh data bahwa partisipasi atau keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran mengalami kenaikan. Pada siklus I prosentase keaktifan siswa adalah 38 %, sedangkan pada siklus II menjadi 72 % dan pada siklus III menjadi 89.2 %. Hal ini karena pada siklus I sebagian siswa belum memahami langkah-langkah strategi pembelajaran everyone is a teacher here. Kegiatan pembelajaran yang seharusnya menjadi inti kegiatan, banyak terganggu oleh masalah yang dihadapi oleh masing-masing siswa. Sedangkan pada siklus II dan III, siswa sudah lebih memahami langkah-langkah strategi pembelajaran everyone is a teacher here dan guru sudah lebih bisa mengondisikan kelas dengan baik. Tingkat kehadiran siswa pada siklus I adalah 92 % , siklus II adalah 94 % dan pada siklus III adalah 100 %.
Kecenderungan yang terjadi pada siklus I dan siklus II memberikan gambaran bahwa pembelajaran dengan strategi everyone is a teacher here mengurangi tingkat kesulitan yang terjadi atau mempermudah proses pembelajaran. Dengan pembelajaran aktif, strategi everyone is a teacher here juga meningkatkan minat dan menambah keaktifan siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, ini terlihat dari hasil analisis observasi pada siklus 1, 2 dan 3 bahwa siswa, tekun dan antusias selama proses pembelajaran, aktif selama proses pembelajaran, dan aktif dalam mengerjakan tugas, serta disiplin dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang lebih mudah dalam pemahaman materi ajar akan berdampak pada hasil belajar siswa.

2. Aktivitas Guru
Observasi yang dilakukan oleh rekan guru yang bertindak sebagai observer menyatakan bahwa aktivitas guru adalah cukup baik pada siklus I maupun siklus II dan lebih baik pada siklus III. Hal ini dipandang sesuai dengan kenyataan dimana aktifitas guru banyak berfungsi sebagai fasilitator yang melayani para siswa, baik dalam menjelaskan konsep pembelajaran maupun teknis operasional perangkat pembelajaran.

3. Kendala yang Ditemukan
Kendala awal adalah kesulitan dalam pengondisian siswa karena sebagian siswa belum memahami langkah-langkah strategi everyone is a teacher here.
Pada siklus I, kendala yang ditemui adalah tidak ada siswa yang memiliki buku panduan, sehingga guru masih kerepotan menjelaskan materi di papan tulis. Hal ini menyebabkan banyak waktu yang terbuang. Sedangkan pada siklus II dan III kendala pada siklus I relatif tidak ditemukan dengan bantuan resume yang dibuat guru sebelumnya perhatian siswa lebih tertuju pada materi yang di sajikan.
Sebagian permasalahan pembelajaran terutama dalam peningkatan partisipasi belajar siswa dapat diatasi melalui penerapan pembelajaran aktif, strategi everyone is a teacher here.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) pada dasarnya merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan khusus dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini mampu menawarkan pendekatan dan prosedur baru yang lebih menjanjikan dampak langsung dalam bentuk perbaikan dan peningkatan profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran dikelas, dengan mengkaji berbagai indikator keberhasilan dan kesulitan dalam proses pembelajaran pada guru dan hasil belajar yang terjadi pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam peningkatan partisipasi belajar Al-Qur’an Hadits melalui strategi pembelajaran everyone is a teacher here siswa kelas X B MAN TUREN, dengan menggunakan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Setelah dilakukan pengamatan terhadap kegiatan aktivitas siswa memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan diperoleh rata-rata kadar partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada siklus I hanya rata-rata 38 % menjadi 72 % pada siklus II, dan 89.2 % pada siklus III.
2. Meningkatnya partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits didukung oleh meningkatnya kegiatan aktivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran dengan strategi everyone is a teacher here. Hal ini dapat dilihat dari data observasi terhadap kegiatan guru Al-Qur’an Hadits dalam pembelajaran meningkat dari 69 % pada siklus I, menjadi 89 % pada siklus II dan menjadi 91 % pada siklus III.
3. Karena dalam penelitian ini, skor rata-rata pada setiap siklus telah mencapai di atas 10%, maka peneliti berkesimpulan bahwa strategi pembelajaran everyone is a teacher here sangat cocok digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits dan dapat meningkatkan partisipasi siswa.

B. Saran
Agar proses pembelajaran ini dapat terus berlangsung dengan peningkatan partisipasi pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa maka pihak sekolah dan guru perlu melakukan :
1. Mengatur ruang kelas, dan denah tempat duduk siswa sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
2. Guru selalu mensuport/membantu dan memotivasi siswa untuk terbiasa membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan agar siswa mempunyai percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama siswa.
3. Para guru harus memiliki sikap keterbukaan, kesediaan menerima kritik dan saran terhadap kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran.
4. Mendukung guru-guru untuk mengembangkan macam-macam model pembelajaran dalam proses pembelajaran agar selalu ada peningkatan kualitas pembelajaran baik dari proses maupun hasil belajar siswa.
5. Guru hendaknya menyesuaikan metode dan strategi pembelajaran dengan materi yang disampaikan, guru sebagai pendidik hendaklah juga memahami karakteristik dan kemampuan siswa, karena masing-masing siswa pada dasarnya mempunyai karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.
6. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi guru dan siswa, maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits maupun mata pelajaran lain.
7. Memotivasi guru untuk menulis karya ilmiah dengan salah satu cara melaksanakan penelitian tindakan kelas.

DAFTAR RUJUKAN

Admin, WI. (2008). Laporan Hasil Penelitian Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi Di Kelas IX SMP Negeri I Kota Solok, Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher. http://lpmpjogja.diknas.go.id. 28 September 2009.

Antonilamini. (2008). Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi di kelas XII IPS SMA YKP Monamas Bontang. http://antonilamini.wordpress.com. 30 September 2009

Ardhana12. (2009). Indikator Keaktifan Siswa yang dapat dijadikan penilaian dalam PTK. http://ardhana12.wordpress.com. 01 Oktober 2009.

Azizuddin. (2009). Peningkatan Partisipasi Belajar IPS Melalui Strategi Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here Siswa Kelas VIII B SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun pelajaran 2008-2009. http://smpn6-mtr.sch.id. 01 Oktober 2009.

Chalimah, N. U. (2006). Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa MA Al Asror Gunungpati Semarang Dengan Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw. Universitas Negeri Semarang.

Darsono, Max. (2000). Belajar dan Pembelajaran.Semarang: IKIP Semarang Press.

Dwitagama, D. (2008). Laporan Penelitian Tindakan Kelas-PKn. http://dedidwitagama.wordpress.com. 01 Oktober 2009.

Fakhrudin, M. (2009). Strategi Active Learning. http://rike-mp07.blogspot.com. 28 September 2009.

Ghony, M. Dj. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UIN-Malang Press.

Ibrahim, M. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika sekolah pascasarjana UNESA.

Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Press.

Mulyasa, E. (2009). Praktik Penelitian Tindakan Kelas Menciptakan Perbaikan Berkesinambungan. Bandung: Rosda.

Partini, Siti. (1988). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Studing

Romlah, F. (Januari-Juni 2008). “Psikologi Belajar: Signifikansinya Bagi Keberhasilan Pembelajaran”. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan. 6 (1).

Salim, P. dkk. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Shalahuddin, Mahfudh. (1990). Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: PT. Bina Ilmu

Silberman, M. L. (2009). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia.

Slameto, Drs. (1991). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta

Subi, F. (2009). Strategi Everyone Is Teacher Here dan Index Card Match. http://fikrinatuna.blogspot.com. 30 September 2009.

Sudjana, Nana. (1989). Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV. Sinar Baru

Sukadi. (2009). Peningkatan Partisipasi Siswa SMP Negeri 12 Semarang
Pada Praktik Komputer Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. http://www.mrkadi.com. 28 September 2009

Sukidin, dkk. (2002). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

Suryabrata, Sumadi. (1984). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: CV. Rajawali

Sutiah, Dra. (2003). Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran. Malang: Universitas Negeri Malang

Sy, Zahera. (Februari 2000). “Cara Guru Memotivasi dan Pengaruhnya Terhadap Aktifitas Siswa Dalam Proses Pembelajaran”. Jurnal Ilmu Pendidikan. 7 (1).

Wibowo, A. J. (2007). Pembelajaran Aktif-Reflektif. http://alexjwibowo. blogspot.com. 28 September 2009

Yasin, A. (2008). Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN-Malang Press.

(2009). Pembelajaran Partisipatif: Konsep dan Ciri-cirnya. http://www.indobiu.com. 30 September 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar